The Other Sides of Our Life!

Saat tiada orang tempat mencurahkan segala sesuatu, aksara-aksara masih akan tetap setia dirangkai untuk menemani hidup tersunyi sekalipun. --Koje--


Tanya Apapun ke Saya!   Submit

AKU RINDU

AKU RINDU

Butir-butir hujan pecah menghantam tanah
Bermuara di sela-selanya
Ahhh, setidaknya ia bermuara
tidak seperti rinduku, yang hanya tersesat dalam labirin imajimu

Risaulah hati mencari-cari jalanku
Adakah kau rindukan aku?
Setidaknya pun imajiku?
Tapi akan s’lalu di sini untukmu
Aku melodi yang menanti harmoni

—? 

Mengasihi Musuh, Gampang? BIG NO! Tapi Harus!

Hello… Hello…! Udah lama nggak nge-blog! Well, malam ini, saya mau sharing nih sedikit tentang ‘mengasihi musuh’. Hanya sekedar sharing apa yang dibukakan ke saya malam ini… :)

Hmm, pernah dengar dong ya, ‘Darah dibalas dengan darah, mata dengan mata, dll.”. Nah, sekilas sih ini terlihat ‘adil’, karena dengan demikian terbalaskanlah segala sesuatu, baik itu dendam, darah, kekecewaan, luka, sakit hati, dll.

Tapi ternyata, lagi-lagi, malam ini saya ditegur tentang hal di atas, itu nggak berlaku!! Sekali lagi TIDAK BERLAKU. Bahkan dengan jelas, IA mengucapkan “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Ahh, bertolak belakang sekali dengan paham di atas. Secara manusiawi, ini sulit diterima, bagaimana mungkin aku mengasihi orang-orang yang pernah membuatku kecewa? Bahkan berdoa bagi mereka? Susah memang, tapi ini Firman-Nya. Dan percaya tidak percaya, rasanya memang luar biasa ketika kita berhasil menjalaninya.

Tuhan juga memberikan pemahaman yang luar biasa tentang hal mengasihi ini. Ia berfirman : “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu memberi salam hanya kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Well, kawan-kawan, siapapun yang membaca (nggak sengaja baca) tulisan ini, mari coba aplikasikan hal ini. In the name of HIM, you will experience a quality life! GOD bless us! :)

—?

Tragedi Kereta Manggarai-Bogor

Aku masuk kereta commuter line dari stasiun Manggarai. Seperti biasalah, kereta sore2, nggak pernah ada tempat untuk meletakkan pan*at. Jadilah aku berdiri selama perjalanan. Aku bawa ransel, seperti biasa, berisi perangkat “perang” seperti laptop, dompet, dsb juga dimasukin ke tas. Karena keberatan dan agak capek, aku taruh ranselnya di atas tempat duduk, jadi kayak ada tempat naruh barang2 gitu.

Sebenarnya udah ada feeling nggak enak sih, soalnya nggak sering juga naro tas di tempat itu. Setelah itung kancing, ternyata pilihannya mengatakan taro tas di atas. Jadilah ditaro disana.

Pas nyampe Bogor, orang2 heboh pada turun. Biasalah, ntah apa yg mereka kejar. Heran! Aku juga ikutan keluar dari kereta, jalan lenggang-kangkung!!

Jalannya enak, jauh lebih enak dari pas berangkat tadi. Ngikutin arus orang2 yg keluar dari stasiun. Astagaaa!!

Pas di depan gerbang stasiun Bogor, baru ingat, ranselku ketinggalan!! Pantes aja agak lebih ringan dan enak jalannya. Langsung aja balik badan, lari-lari nabrakin orang2 (soalnya lawan arah, nabraknya juga dikit2 kok, maap ye Bu, Pak.. Demi masa depan ane nih).

Sampe di kereta, langsung lompat naik, trus lari menuju gerbong tempat berdiri tadi. Ketemu sama petugas yg udah senyum ngeliatin aku. Petugasnya bawa ransel. Ahhh!! Itu dia ranselku!!

"Ini ya Mas? Lain kali hati-hati, Mas!" kata Petugas sambil senyum.

"Makasih ya, Pak!" huffff… Thank GOD! :))